Ide bahwa gunung-gunung, samudra, bintang di langit, dan semua benda-benda di alam semesta ini mempunyai kesadaran adalah sangat lucu, sama lucunya seperti lelucon yang diobrolkan oleh dua ekor bakteri yang sedang berpetualan mengarungi ganasnya lautan sel darah merah, melewati bukit-bukit jantung yang bergoyang dengan irama yang sangat mempesona, juga lekuk-lekuk lembah dan bukit otak yang sangat indah. Mereka berdua mentertawakan cerita dari para orang tua mereka bahwa lembah dan bukit yang berlipat-lipat itu merupakan tempat bersemayamnya sumber kebijaksanaan dan kecerdasan alam semesta yang mereka tinggali.
Advertisement

iestea
July 15, 2010 at 5:11 am
aku ngga mudennngggg……….. *otak pas-pasan* huakakakakak
maksdnya ini ttng hidup yg kek roda, naik turun bukan ya?
hamuro
July 15, 2010 at 6:02 am
Ini tentang dongeng, bahwa dongengan tentang gunung-gunung yang mempunyai nafas, dan juga samudra yang bisa marah, atau dongengan semacamnya mempunyai nilai kebenaran yang sama dengan dongengan dari dua makhluk yang bernama bakteri tadi.