RSS

Tag Archives: Bahasa

Bahasa Kucing

Beberapa hari yang lalu saya makan siang di kantin MIPA UGM. Nah di situ ada yang menarik, karena saya melihat seekor kucing kecil mengamati kami semua yang lagi pada makan. Sesekali juga mendekati beberapa meja makan, mungkin berharap ada seseorang yang mau memberi makanan buat dia. Karena saya penyuka kucing, maka saya punya ide untuk memanggil kucing kecil tadi dengan panggilan pasarannya: pus… pus….. puss… pusssss!!!!

cat_copies

Ternyata respon yang saya dapat tidak seperti yang saya harapkan. Aku dicuekin…. Kasihan deh loe!! Begitulah perkiraanku komentar teman saya dalam hati yang tau kalo aku dicuekin sama kucing kecil tadi. Untuk membuang malu karena saya merasa dicuekin, saya katakan kepada teman saya kalo aku tau rahasia bahasa kucing, aku pasti bisa bikin kucing itu malu di hadapan kalian!!!

Lalu mulailah aku memanggil kucing itu, berpura-pura menjadi mamanya kucing itu:  “Oh kucing kecilku sayang… di mana kau…. dimanaaaa…. ayo ke sini dong….. ibumu di sini…. di mana kau kucing kecilku sayang!!!!!”  Begitulah kira kira yang aku ucapkan berulang-ulang…. tentu saja dengan bahasa kucing.

Sebagai orang yang pernah memelihara kucing bertahun-tahun tentu saja aku paham beberapa “kosa-kata” yang dipakai induk kucing ketika pulang  dan memanggil anak-anaknya yang sedang bersembunyi entah di mana. Akhirnya, kucing kecil itu pun celingukan begitu mendengar suara panggilanku, mendekat ke mejaku, tetep celingukan mencari-cari mamanya, persis seperti anak  yang kehilangan orang tuanya, akhirnya aku berhenti memanggilnya dan kucing kecil itu pun tersipu malu karena tidak bisa menemukan ibunya di meja kami. Akhirnya dia meninggalkan meja makan kami, sambil tetap celingukan tentunya. Kasian deh lu kucing, salahnya sendiri aku panggil pus pus tadi gak cuek aja!!!

Saya percaya bahwa hewan-hewan juga memiliki bahasa, meski dalam bentuk yang sederhana. Yang aku praktekkan tadi sebenarnya hanya sebagian dari bahasa kucing yg bisa kupahami dan kuucapkan. Ada beberapa macam suara kucing yang bisa kupahami ketika dia minta dibukakan pintu atau ketika dia minta makan, atau ketika dia marah. Bagiku semua isyarat suara yang digunakan oleh kucing lebih mirip sebagai ungkapan perasaan, daripada sebagai sebuah kata-kata yang mempunyai arti yang tegas. Itulah mengapa saya lebih bisa berkomunikasi dengan kucing sewaktu masih kecil. Sama kasusnya seperti keponakanku ketika umur 4 tahun lebih bisa memahami adiknya yang umur sekitar 1.5 tahun ketika si adik berusaha bicara dengan bunyi-bunyian yang bagku samasekali gak jelas.

Akhirnya saya berkesimpulan bahwa bahasa kucing jogja  ternyata sama dengan bahasa kucing kebumen. Saya penasaran apakah kucing di luar jawa atau di eropa juga mempunyai bahasa yang sama. Mungkin nanti ketika saya jalan-jalan ke luar jawa atau ke suatu negeri yang jauh, saya perlu mencoba memanggil kucing-kucing itu seperti kucing-kucing jogja memanggil-manggil anaknya untuk datang. Kira-kira kucing kucing luar jawa paham gak ya sama bahasa kucingku? Bagaimana ya kalo kucing Sunda?

 
5 Comments

Posted by on July 26, 2009 in Serba-serbi

 

Tags: