RSS

Tag Archives: Jakarta

Jakarta: Sebuah Mimpi Buruk

Kali ini saya mencoba mengingat-ingat sesuatu, dan mencoba menulisnya agar tidak lupa. Semoga ingatanku masih cukup kuat untuk menghasilkan cerita yang cukup masuk akal untuk didengar, semoga tidak tercampur dengan imajinasiku yang bukan-bukan mengenai kota Jakarta.

jakarta

Bulan Juni 2007, saya berangkat meninggalkan kota Jogja tercinta, dengan membawa semua apa yang saya miliki, yg saya kemas  dalam travel bag seberat 24 kg. Beruntung saya check-in di bandara dalam keadaan tergesa-gesa, sehingga petugas buru-buru menyuruh saya segera masuk ke ruang tunggu karena pesawat hampir berangkat, sehingga saya tidak dikenai charge atas kelebihan bagasi yang seharusnya hanya berbobot maksimum 20 kg.

Beruntung sekali ada teman dari Kerinci yang sama-sama berangkat ke Jakarta, dan di Jakarta sudah dicarikan kos-kosan sama ceweknya yang sudah lebih dulu tinggal di Jakarta, sehingga saya bisa nunut tinggal di kosnya teman saya tadi selama belum mendapat kos sendiri di sana. Selama sebulan pertama saya tinggal di daerah Karet,  sementara kantor saya ada di daerah Cikini, jadi harus naik angkutan dua kali. Begitulah, selama sebulan pertama saya langung bisa merasakan dinamika kota Jakarta, tempat di mana orang-orang seakan bertarung untuk bertahan hidup, sehingga wajah-wajah menjadi kaku, dan tatapan matanya menjadi aneh, seakan menyembunyikan kekalutan yang ada dalam pikirannya. Berikut ini bebrapa pengalaman yang saya ingat seakan-akan terjadi di alam mimpi, tidak terlalu jelas, namun menimbulkan kesan yang dalam:

  • Ketika berada di dalam mikrolet (angkutan kota yang berukuran mini), tiba-tiba saja kami dibawa menuju jalan yang begitu sempit, rasanya tidak masuk akal jalan sekecil itu dilalui angkutan umum. Sepanjang jalan sepertinya banyak terdengar sumpah serapah, entah dari mana datangnya. Yang sangat buruk, adalah, ketika kami berbelok di tikungan, mobil dari arah berlawanan harus mundur dulu untuk mempersilahkan kami lewat, biar tidak tabrakan.
  • Ketika saya menelusuri gang-gang sempit mencari kos-kosan yang baru, saya menjumpai deretan rumah yang begitu padat, dan begitu kagetnya ketika menjumpai sekelompok anak bernyanyi riang sambil memukul-mukul benda apa saja yang ada di sekitarnya sambil menyanyikan syair lagu yg aneh: “kebakaran kebakaran kebakaran.” Sulit sekali rasanya membayangkan kembali wajah-wajah tersebut yang menyanyikan syair yg terdengar begitu menakutkan itu sambil ketawa-ketawa dan senyum-senyum.  Ini benar-benar mimpi buruk.
  • Bunyi klakson mobil bersahut-sahutan yang saya ingat ketika melewati  jalan-jalan di jakarta bagiku juga seperti mimpi. Salah satu dari karakteristik alam mimpi adalah adanya inkonsistensi dan distorsi ruang, di mana suara-suara tadi menciptakan imaji wajah-wajah yang frustasi, yang terbayang di hadapanku. Di Jogja saya biasa mendengar bunyi itu ketika seseorang berusaha memberi tahu bahwa dia bersama mobil yang ditumpanginya dalam kecepatan tinggi eksis, sehingga biasanya yg dikasih tahu trus kaget dan menyingkir. Sementara di Jakarta, bunyi-bunyi itu lebih ditunjukkan untuk memberi tahu bahwa seseoarang sedang marah, dan secara tidak sadar, setiap orang yang mendengar bunyi itu juga ikut-ikutan membunyikan klakson sebagai tanda bahwa dia juga marah, entah kepada siapa. Begitulah kuingat bunyi klakson panjang bersahut-sahutan, ingatan yang samar tetapi mempunya kesan yg begitu dalam.

Akhirnya saya seperti terbangun dari tidur ketika saya meninggalkan kota Jakarta dari terminal Pulogadung pada awal Juli 2008.  Sekali lagi saya ulangi dari terminal Pulogadung, bukan dari bandara Sukarno-Hatta seperti pada saat kedatanganku ke sana.

Itu saja dulu cerita mimpi burukku yang bisa saya ingat, mungkin akan saya tambah lagi dengan cerita-cerita yang lain nanti kalo saya bisa mengingatnya. Bagaimanapun, Jakarta buatku kini menjadi suatu dunia yang hilang, yang kdang saya rindukan. Ya, kadang-kadang saja. Apa kesan-kesan yang Anda ingat kalau saya sebut satu kata “Jakarta”?

 
6 Comments

Posted by on July 19, 2009 in Curhat

 

Tags: