RSS

Tag Archives: Kapitalisme

Kapitalisme

Apakah kapitaslime itu? Ia adalah aliran. Dia percaya bahwa duit bisa menghasilkan duit, ini bukan seperti bunga tabungan bank yang tentu saja tidak cukup tinggi untuk menutup laju inflasi.

Kapitalisme mungkin dimulai dari bagaimana dia mengelola duit yang dia punya agar di akhir bulan nanti masih ada duit yang tersisa, untuk ditabung. Mungkin dimulai juga ketika dia perpikir bagaimana caranya agar duit yang dihasilkan hari ini bisa digunakan sampai besok pagi,  sehingga besok hari dia bisa beli sarapan untuk kerja cari duit lagi. Ya, untuk cari duit butuh makan, dan untuk makan butuh duit. Intinya duit di sini jadi alat untuk menghasilkan duit yang kalo bisa lebih banyak lagi jumlahnya. Begitulah, setelah dia bisa memastikan besok hari dia bisa makan, dan bisa cari duit lagi, makan selanjutnya adalah bagaimana agar di akhir bulan dia bisa menyisihkan lebih banyak duit lagi untuk ditabung.

Pada dasarnya semua orang adalah pemalas. Setelah tabungan dia mulai menumpuk, dia mulai enggan mengerjakan beberapa pekerjaan yang dulu dia lakukan sendiri, seperti mencuci baju misalnya. Lalu mulailah muncul jenis profesi baru: pembantu rumah tangga. Bahkan kemudian juga muncul bisnis baru: laundry kiloan yang cabangnya tersebar di seluruh penjuru kota ini. Di sini kapitalisme mulai menebarkan pesonanya, menolong orang biar dia dapat kerjaan, meski hanya menjadi pencuci baju, yang penting halal.

Karena kini tabungannya semakin menggunung, ini juga ditunjang oleh produktifitasnya yang meningkat pesat karena dia tidak lagi perlu mencuci bajunya sendiri, lalu orang menjadi semakin malas. Kemudian sedikit-demi sedikit dia mulai enggan mengerjakan pekerjaan yang selama ini memberikan sumber dana untuk membayar gaji pembantu atau ongkos laundry. Lambat laun kehidupan mulai berubah, yang tadinya sendirian menagani pasiennya kini mulai ditemani beberapa asisten yang masih muda dan cantik-cantik, yang tadinya berkutat sendirian di depan komputer kini lebih sering telepon koleganya untuk bagi-bagi proyek, bahkan ada yang sampe membuka kantor baru dengan beberapa asisten junior yang bisa dibayar murah. Yang dulunya bekerja di restoran kini tiba-tiba mengundurkan diri karena membuka restorannya sendiri. Yang dulunya ngontrak rumah sekarang kerjaannya cuma bolak-balik koran pagi sambil minum teh anget sama makan pisang goreng di teras kos-kosan miliknya yang berjumlah 40 kamar. Bahkan mbok jamu yang dulunya jualan keliling kampung kini lebih banyak bolak-balik memantau bisnis waralaba jamu gendongnya. Semua orang,  dari zaman dahulu hingga sekarang, disadari atau tidak, mempunyai obsesi menjadi kapitalis! Bahkan mbok jamu keliling sekalipun! Edian!!! Bagaimana menurut Anda?

 
1 Comment

Posted by on November 24, 2009 in Dunia Kerja, Filsafat

 

Tags: