RSS

Tag Archives: Pengalaman Menarik

Memanfaatkan Kesempatan Dalam Kesempitan

Saya tidak tahu pasti apakah hal yang saya lakukan ini baik atau buruk, tetapi saya merasa bahwa saya tidak merugikan siapapun. Cerita ini terjadi seputar bencana gempa bumi yang melanda Jogja pada tahun 2006.

earthquake

Saat itu saya harus segera mengirim email untuk pemesana PCB (printed circuit board), melakukan transaksi pembayaran, dan juga menulis laporan kerja di komputer. Tiba-tiba saja semua jaringan listrik mati, koneksi internet down, dan saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk semua pekerjaanku yang masih menumpuk itu.

Lalu tiba-tiba muncul pencerahan: Lho bukannya dengan lumpuhnya semua fasilitas publik berarti saya bisa bersantai sejenak, tidak perlu pusing memikirkan proyek yang sudah pasti melanggar dateline. Ya, untungnya ada gempa. Gempa membawa keberuntungan? Khusus untuk kasusku memang iya, karena masalah saya menjadi sederhana: cukup katakan terjadi bencana, force majeure, dan klien pasti tidak bisa menuntut apa-apa.  Padahal, sebenarnya tanpa terjadi bencanapun, saya tidak akan bisa mengirimkan prototype dari desain yang dia pesan secara tepat waktu. Begitulah, ketika jaringan listrik kembali hidup, dan koneksi internet kembali normal, sesegera mungkin saya kirim email kepada klien saya yang tinggal di UK kalau di kotaku Jogja terjadi bencana, semua fasilitas publik mati, sehingga pengiriman prototype dari desain hardware yang dia pesan akan mengalami keterlambatan selama seminggu. Pernahkah Anda mendapati pengalaman sejenis?

 
1 Comment

Posted by on July 19, 2009 in Dunia Kerja

 

Tags:

Si Buta dari Swedia

screen-reder

HM: “Saya sudah mencoba mebuat diagram blok menggunakan ASCII art, tapi setelah diposting di message board ternyata bentuknya menjadi kacau, maaf.”

PB: “Santai saja, gak masalah, sebenarnya memang saya tidak akan pernah bisa melihat visualisasinya.  Saya buta total, tapi jangan khawatir, saya  bisa membaca source code yang kamu buat menggunakan screen reader tanpa masalah.”

HM: “Oh ya sudah, untungnya kamu gak bisa melihat ASCII art kacau yang saya buat. Saya tetap khawatir, tapi saya percaya semuanya akan baik-baik saja karena Anda sudah terbukti bisa menjadi seorang programmer C++.”

Begitulah kira-kira kutipan rekaman pembicaraanku dengan salah satu klienku dulu, ketika saya masih bekerja sebagai programmer lepas. Saya begitu takjub, ketika menjumpai seorang yang buta total membutuhkan solusi pemrograman untuk proyek software yang sedang dia garap:  VOCODER.

Dia adalah seorang programmer dengan suara emas, juga dengan pendengaran sebening permata, barangkali itu yg bisa diumpamakan. Dia adalah seorang artist, yang berkarya menggunakan suaranya. Dia bisa menirukan bermacam-macam karakter suara mulai dari suara Donald Bebek sampai suara bebek sungguhan.

Dia mendapati masalah ketika dia bekerja menggunakan vocoder, di mana dia mempunya dua sumber suara, satu suara instrument musik, dan lainnya suara orang yang berbicara. Dengan vocoder, dua suara tadi diproses untuk menghasilkan instrument musik yang berbicara mengucapkan kata-kata, tetapi tetap dengan nada dan warna suara instrument musik tadi. Masalahnya adalah suara yang dihasilkan dari bermaca-macam software vocoder yang dia punya mempunyai karakter seperti robot, tidak benar-benar jernih seperti suara yang keluar dari vocoder analog. Sebagai programmer, dia sudah bisa membaca file audio, sampel demi sampel suara bisa dia manipulasi, entah  dengan dikali, ditambah, atau dibagi. Sayang sekali, ternyata membuat sebuah sebuah vocoder, berada diluar pengetahuannya. Begitulah ceritanya, hingga akhirnya Si Buta bertemu dengan Hamuro, untuk mendapatkan pelayanannya. Apakah  Anda punya pengalaman bertemu orang-orang  hebat yang  ternyata penyandang cacat?

 
2 Comments

Posted by on July 19, 2009 in Dunia Kerja

 

Tags: